Tidak ada pemimpin perusahaan yang mempunyai pengalaman menjalankan bisnis dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini. Data dari National Bureu of Economic Research (NBER) memperlihatkan bahwa ekonomi Amerika Serikat sudah berada dalam resesi sejak Desember 2007. Situasi ekonomi global seperti ini belum pernah terjadi, sehingga kita dapat bertanya: Apakah pemimpin perusahaan anda siap untuk bermain dalam aturan selama resesi atau ia hanya pintar bermain sewaktu sebelum resesi? Dan bagaimana dewan direksi dapat membuat keputusan tentang kepemimpinan dan suksesi agar perusahaan bisa bertahan bermain dalam persaingan yang akan datang? Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang anda perlukan untuk dipertimbangkan:

Kuat dalam operasional
Kita tidak dapat menyatakan bahwa pengalaman adalah kunci yang dapat menentukan CEO mana yang sukses nantinya. Sekarang ini diperlukan pemimpin yang cakap menggali detail operasional lebih dalam, dengan tujuan mendapatkan uraian dan cepat mengambil keputusan operasional.

Kecerdasan finansial
Pemimpin harus dapat menginspirasi dan memotivasi karyawan perusahaan dalam visi dan strategi secara menyeluruh, untuk menghindari jatuhnya moral yang hanya akan memperburuk masalah.

Kombinasi yang benar
Seorang pemimpin di masa datang adalah kombinasi dari 3 bagian yaitu: 20% direktur utama, 40% direktur operasional, dan 40% direktur keuangan.

Kepemimpinan mikro
Pemimpin dengan kombinasi 20-40-40 dapat bergerak secara bebas didalam perusahaan, mulai dari kantor sampai turun ke proses manufaktur. Pemimpin mikro tidah hanya harus mengerti secara dalam bagaimana dan mengapa keputusan akan mempengaruhi operasi tetapi juga konsekwensi keuangannya.

Pergantian kepemimpinan
Perusahaan yang ingin merencanakan suksesi seharusnya mempertimbangkan keahlian 20-40-40 sebagai syarat calon pengganti. Pada ekonomi lama, banyak perusahaan yang sudah membuat daftar pendek identifikasi karyawan yang potensial sebagai pengganti . Tetapi sekarang, dewan direksi dan tim manajemen harus meninjau ulang proses perencanaan pencarian kandidat yang merefleksikan kebutuhan terhadap ekonomi baru.

Identifikasi penilaian masalah
Bagaimana seharusnya dewan direksi mendefinisi ulang rencana suksesi mereka? Kegagalan pemahaman dalam menilai eksekutif sering dipraktekkan sekarang ini. Terlalu sering penilaian terlihat lebih seperti kegiatan ritual saja daripada strategi. Pada saat belakangan ini, diperlukan pengertian yang mendalam terhadap apa kemungkinan yang perusahaan jumpai di masa depan dan apakah eksekutif itu mempunyai - atau dapat membuat -- sesuatu yang benar untuk dapat memimpin dunia baru.
Dewan direksi dikatakan gagal melakukan tugasnya ketika penilaian eksekutif hanya terfokus pada bagaimana mereka melakukan sekarang, daripada menggali kedalam celah pikiran eksekutif bahwa pertarungan masa depan yang mungkin akan muncul. Terlalu banyak dewan direksi berjingkat-jingkat disekitar CEO dan tim manajemen, ketika menyangkut mengenai detail penilaian berisi nasehat dan umpan balik. Penilaian yang jujur dan umpan balik harus dimasukkan ke dalam diagram atas suatu organisasi.

Menemukan dan memperbaiki kelemahan
Terdapat proses 2 langkah mudah.

  • Pertama, tiap tahun dewan direksi perlu untuk secara menyeluruh mengukur arah strategis perusahaan dan keperluan untuk operasional berikut. Jika strategi meningkat, dapatkah CEO dan penggantinya terus menjaganya? Sebagai contoh, banyak CEO dari perusahaan yang masuk Fortune 500 berada dalam suatu posisi dimana mereka jauh untuk dapat menyentuh uang, dan sebagai hasilnya mereka tidak tahu bagaimana mengatur uang perusahaan. Jika CEO bertugas menilai potensi resiko perusahaan, maka sebenarnya mereka tidak dapat menjauhi diri mereka dari uang dan pengaturan uang.
  • Kedua, menciptakan dan mengusahakan rencana pembangunan dengan keras untuk mengungkapkan kelemahan kandidat pengganti. Kuncinya adalah untuk dapat mengerti resiko pemimpin secara jelas dan lalu menyediakan dukungan untuk dapat mengatasinya.

Kita menantang dewan direksi untuk memastikan bahwa pencarian kepemimpinan dan usaha merencanakan pengganti adalah memandang ke depan, dan yang paling penting, semua kandidat bisa lolos melawan kondisi ekonomi makro dan kebutuhan bisnis masa depan.

Loading...

1000 Characters left