Jumlah kepemilikan saham di Australia telah meningkat dua kali lipat sejak 1997 ke angka 40,6 persen. Sedangkan 54,6 persen orang dewasa Australia menggunakan reksadana untuk mengelola investasi mereka.

Jumlah saham yang diperdagangkan juga meningkat. Australian Stock Exchange melaporkan bahwa jumlah perdagangan telah meningkat signifikan hingga ke 79,000 transaksi per hari. Perusahaan besar seperti Telstra telah memacu pertumbuhan kepemilikan saham pribadi. Sebagai contoh, hampir satu sampai dua juta orang telah menginvestasikan uang mereka ke perusahaan telekomunikasi terbesar di negara tersebut. Mereka tidak kecewa dengan imbal hasilnya dan masih banyak lagi saham bagus lainnya seperti Coles-Myer, Qantas, AMP, Commonwealth Bank dan lain-lain.

Perusahaan kecil dan kurang begitu dikenal juga banyak yang masuk ke dalam bursa saham. Di pertengahan 1999, lebih dari 104 perusahaan baru melakukan go public. Sementara kepemilikan saham di Australia tidak mengenal batas umur, sosio-ekonomi, etnis dan batas geografis. Motivasi bagi kebanyakan investor adalah memperoleh uang dan menciptakan kemakmuran.

Para investor baru telah banyak menikmati "bull market" atau "keuntungan di atas kertas". Perusahaan internet dan teknologi juga banyak yang masuk ke bursa saham dengan hasil yang mencengangkan. Banyak investor generasi lama tiba-tiba menjadi ahli secara instan dan mencari perusahaan "dot com" selanjutnya untuk mendapatkan untung banyak.

Tetapi apa kunci untuk berhasil dalam berinvestasi saham? Ron Bennetts, Principle Manager WA, pialang saham J.B. Were dan pengarang buku "The Australian Stock Market: A Guide for Players, Planners and Procrastinators" berkata, "Investasikan beberapa waktu untuk belajar menginvestasikan uang anda, cari manajemen berkualitas dalam perusahaan berkualitas dengan pertumbuhan earning yang positif" Bennetts mendefinisikan perusahaan itu sebagai sebuah perusahaan yang kuat dan punya earning per share yang terus meningkat. Ia percaya bahwa bidang teknologi adalah sektor yang selalu bertumbuh pesat.

Salah satu kunci untuk berhasil dalam berinvestasi adalah diversifikasi, dan Bennetts berkata bahwa anda tidak perlu punya lebih dari 12 macam saham untuk mendiversifikasi portfolio anda. Ia juga percaya bahwa 15% untuk saham luar negeri sudah cukup dan 25% untuk investor yang agresif.

Dalam memutuskan apakah ingin memakai jasa dari seorang analis atau diri sendiri, Bennetts berkata "biaya pembelian dan penjualan sering dilihat sebagai sebuah ekonomi yang salah" dan menganjurkan bagi investor pemula untuk mencari bantuan analis profesional.

Sepuluh tips untuk investor saham pemula

  1. Buat tujuan dan pikirkan berapa banyak dana yang ingin anda investasikan.
  2. Hindari spekulasi. Lakukan pekerjaan rumah tentang resiko berinvestasi di pasar saham dan habiskan waktu memperoleh pengetahuan tentang cara kerja pasar saham.
  3. Ambil pandangan jangka panjang untuk investasi anda.
  4. Hindari bereaksi terhadap tekanan jangka pendek dan naik turunnya pasar.
  5. Identifikasi saham-saham berkualitas dalam sektor yang bertumbuh. Lihat apakah terdapat manajemen berkualitas yang berguna untuk pertumbuhan di masa datang.
  6. Diversifikasi portfolio anda untuk menyebarkan resiko. Idealnya adalah 10 macam saham. Kurang dari 10 belum cukup untuk diversifikasi dan lebih dari 15 terlalu sulit ditangani.
  7. Gabung perusahaan dalam negeri dengan saham luar negeri. Saham luar negeri biasanya melalui reksadana.
  8. Beli reksadana jika anda hanya mempunyai sedikit uang. Reksadana adalah sebuah investasi di mana anda mempunyai seorang manajer yang akan melakukan diversifikasi dengan menggunakan dana yang digabung dengan investor lain.
  9. Amati portfolio anda secermat mungkin tentang prestasi perusahaan.
  10. Cari pertolongan profesional dari seorang pialang saham berkualitas atau perencana keuangan.

 

Sumber: Thomas Murrell, MBA, APS

Loading...

1000 Characters left