User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Heuristik adalah aturan-aturan yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah. Ketika sebuah masalah membesar atau kompleks, dan pemecahan maksimal tidak jelas, maka heuristik membolehkan anda membuat arah menuju solusi meskipun anda sendiri tidak dapat melihat arah secara keseluruhan mulai dari titik awal.

Misalnya tujuan anda adalah mendaki sampai puncak gunung, tetapi tidak ada jalan setapak yang bisa diikuti. Dan pemecahan menggunakan metode heuristik adalah sebagai berikut: Buat kepala anda mengarah langsung ke puncak sampai anda bertemu dengan sebuah rintangan yang tidak bisa anda sebrangi. Kapanpun anda mendapat rintangan, teruslah berjalan ke kanan sampai anda bisa mencapai arah menuju ke puncak gunung lagi.

Heuristik tidak menjamin bahwa anda akan mendapat pemecahan optimal, tetapi hasil yang didapat untuk memecahkan masalah cukup bagus. Kekuatan metode ini adalah bahwa metode ini bisa memecahkan kebuntuan atau kebimbangan dan langsung mengambil tindakan. Begitu anda mengambil tindakan, anda lalu mulai menjelajahi ruang solusi, yang mana memperdalam pengetahuan anda akan masalah. Seiring anda mendapatkan pengetahuan tentang permasalahan, maka anda bisa membuat tindakan koreksi, lalu secara bertahap memperbaiki peluang anda dalam menemukan sebuah pemecahan. Jika anda mencoba memecahkan sebuah masalah, anda pada awalnya tidak tahu bagaimana cara memecahkannya, anda sering memikirkan peluang tetapi tidak mulai mengambil tindakan. Contoh yang cocok adalah dalam pembuatan software komputer. Anda tidak tahu persis apa yang akan anda buat, sampai anda mulai mengerjakannya.

Heuristik mempunyai banyak penerapan praktis, dan salah satu area favorit saya adalah produktivitas pribadi. Di bawah ini adalah beberapa aturan favorit saya yang menolong saya agar bisa melakukan segalanya dengan lebih efisien:

  1. Cara paling efisien untuk menyelesaikan tugas adalah dengan menghapusnya. Jika tugas tidak harus diselesaikan hari ini maka hapuskan dari daftar anda.
  2. Tujuan harian. Tanpa fokus yang jelas, maka anda akan menjadi terlalu mudah mengalah pada gangguan. Buatlah target di awal setiap hari. Putuskan apa yang akan anda lakukan, lalu kerjakan.
  3. Yang sulit terlebih dahulu. Untuk mengalahkan penundaan, belajarlah untuk mengerjakan tugas yang tidak menyenangkan terlebih dahulu di pagi hari daripada menundanya. Kemenangan kecil ini akan membuat hari anda menjadi sangat produktif.
  4. Jam puncak. Identifikasi lingkaran puncak produktivitas anda, dan jadwalkan tugas-tugas anda yang paling penting untuk jam-jam puncak. Kerjakan tugas-tugas kecil selama bukan jam puncak.
  5. Zona non-komunikasi. Alokasikan waktu untuk bekerja sendiri tanpa boleh diganggu, dimana anda harus berkonsentrasi (non-komunkasi). Buatlah jadwal untuk membuka komunikasi dan jadwal non-komunikasi untuk proyek-proyek yang menantang.
  6. Tonggak kecil. Ketika anda memulai sebuah tugas, identifikasikan target yang harus anda raih sebelum anda berhenti bekerja saat itu. Sebagai contoh, ketika membuat sebuah buku, anda memutuskan untuk tidak berdiri sampai anda menulis sedikitnya 1,000 kata. Raihlah target anda apapun yang terjadi.
  7. Bangun pagi-pagi sekali. Bangunlah pagi-pagi sekali, seperti jam 5 pagi, dan kerjakan tugas anda yang paling penting. Anda bisa sering menyelesaikannya sebelum jam 8 pagi dibandingkan orang lain.
  8. Menyendiri. Ambil laptop tanpa menggunakan akses jaringan atau WiFi, dan pergilah ke sebuah tempat di mana anda bisa bekerja tanpa gangguan, seperti perpustakaan, tempat parkir, kafe, atau halaman belakang anda. Jangan pakai alat komunikasi anda.
  9. Tempo. Melangkahlah dengan bebas, dan cobalah bergerak sedikit lebih cepat dibandingkan biasanya. Berbicaralah lebih cepat. Berjalanlah lebih cepat. Membacalah lebih cepat. Pulanglah ke rumah lebih cepat.
  10. Rileks. Kurangi stres dengan cara mengusahakan relaksasi dan merapikan ruangan kerja.
  11. Agenda. Berikan agenda yang jelas untuk pertemuan dengan peserta. Ini akan memperbaiki fokus dan efisiensi pertemuan. Anda juga bisa menggunakannya untuk panggilan telepon.
  12. Ledakkan. Hilangkan penundaan dengan cara mengambil tindakan segera setelah membuat tujuan, meski tidakan tersebut tidak direncakan dengan matang. Anda bisa memperbaiki tindakan anda di pertengahan jalan.
  13. Siap menyerang. Setelah anda mendapatkan informasi yang anda butuhkan untuk membuat keputusan, mulailah menyalakan timer dan setel 1 menit untuk membuat keputusan. Ambil 1 menit itu untuk memfasilitasi dan mencari tahu apa yang anda inginkan, lalu keluarlah dengan pilihan yang jelas. Setelah keputusan dibuat, ambil beberapa tindakan yang bisa segera dilakukan.
  14. Tenggat waktu. Buat tenggat waktu untuk penyelesaian tugas, dan gunakan itu sebagai titik fokus agar bisa tetap pada jalur.
  15. Janji. Katakan kepada yang orang lain mengenai komitmen anda, agar mereka bisa melihat anda sebagai orang yang bertanggung jawab.
  16. Tepat waktu. Datanglah lebih awal agar anda bisa lebih tepat waktu.
  17. Membaca. Gunakan waktu kosong untuk membaca contohnya saat menunggu janji, mengantri, atau menunggu air mendidih.
  18. Resonansi. Gambarkan tujuan anda seperti seakan-akan sudah diselesaikan. Taruh diri anda ke dalam keadaan saat itu. Buatlah itu nyata dalam pikiran anda, dan lambat laun anda akan melihatnya dalam kenyataan.
  19. Hadiah yang gemerlap. Berikan penghargaan kepada diri anda untuk sebuah prestasi. Pergilah menonton film di bioskop, ke taman hiburan atau ke tempat pijat.
  20. Rangkaian kesatuan. Pada akhir jam kerja, identifikasikan tugas pertama untuk esok hari, dan siapkan bahan-bahannya. Pada hari berikutnya mulailah mengerjakan tugas itu dengan segera.
  21. Pecah-pecah. Pecahkan proyek rumit anda ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil dan mudah. Fokuslah menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu.
  22. Tangani satu tugas. Setelah anda mulai mengerjakan sebuah tugas, maka kerjakan sampai selesai 100%. Jangan pindah tugas di pertengahan jalan. Ketika gangguan datang, maka catatlah agar bisa ditangani nanti.
  23. Sembarang. Pilihlah sebuah proyek besar secara acak, dan selesaikan.
  24. Delegasikan. Yakinkan seseorang agar mau melakukan sesuatu untuk anda.
  25. Intuisi. Lakukan dengan insting anda, karena kemungkinan anda memang benar.
  26. Optimasi. Identifikasikan proses yang sering anda pakai. Lalu lakukan efisiensi dan uju proses perbaikannya.

 

Sumber: Steve

Loading...

1000 Characters left