Setiap perusahaan di Indonesia mengalami frustasi dalam menangani pekerjanya. Frustasi terbesar yang dihadapi adalah bahwa pekerjanya tidak bagus dalam bekerja. Kebanyakan perusahaan berkata bahwa pekerjanya tidak loyal dan tidak punya etika kerja. Oleh karena itu pencarian karyawan baru terus berjalan. Jadi apa sebenarnya kriteria karyawan ideal itu? Itu tergantung pada perspektif siapa yang melihatnya.

Kebanyakan bos mempunyai impian bahwa karyawannya bergairah, semangat, inovatif, dsb. Apakah karyawan seperti memang ada? Tentu, mereka yang telah sukses mempunyai kualitas-kualitis seperti yang dimaksud diatas. Sayangnya, karyawan impian hanya dapat ditemukan di satu tempat - menjalankan usaha sendiri. Pemilik bisnis yang sukses adalah contoh klasik dari seperti apa seharusnya karyawan impian tersebut.

Tetapi, hari ini kita hidup dalam suatu lingkungan dimana semua orang ingin memperoleh bagian dari keuntungan. Tidak peduli seberapa bagus seorang karyawan, jika sang majikan tidak membagi penghargaan secara finansial kepadanya maka sang majikan tidak akan pernah mendapatkan seorang karyawan impian. Untuk mempunyai seorang karyawan impian kita perlu untuk mempunyai budaya yang bisa mendorong atau menghargai seorang karyawan untuk mempunyai jiwa pengusaha.

Seorang karyawan impian pada hari ini sulit ditemukan karena mereka telah sukses menjalankan usaha sendiri. Untuk memulainya, sang majikan harus menghargai karyawan dengan sesuatu yang memuaskan; ini bukan berarti memberikan gaji yang besar tetapi sebuah bonus yang masuk akal. Majikan seharusnya membangun sistem penghargaan bagi karyawan yang berpikir, berinovasi, tepat waktu dan berhasrat terus belajar. Penghargaannya dapat berupa uang atau sesuatu yang lain. Karyawab seharusnya mengerti bahwa pekerjaan penuh dengan peluang. Ketika karyawan puas, ia dapat menjadi rajin, produktif dan inovatif.

Satu hal dalam bisnis yang seharusnya tidak dilupakan adalah pendekatan tim. Tidak memberi perhatian kepada kebutuhan karyawan hanya akan membawa ketidak harmonisan. Sayangnya kita hidup di dunia yang sangat materialistik dimana setiap orang ingin untuk sukses, dan kesuksesan kebanyakan diukur dengan uang. Untuk mempunyai karyawan impian, majikan seharusnya menciptakan peluang bagi karyawan untuk maju dan dihargai.

Loading...

1000 Characters left