User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Apakah anda pernah memberikan pidato? Apakah anda ingat bagaimana perasaan anda saat itu? Lambung melilit, telapak tangan berkeringat dan panik! Bukan pengalaman yang menyenangkan, bukan? Tetapi saya yakin pidato anda sukses karena 90% pendengar pada umumnya ingin sang pembicara berhasil melakukannya.

Menurut "Book of Lists", berbicara di depan publik merupakan salah satu ketakutan terbesar. Banyak dari kegelisahan ini diakibatkan oleh kurangnya kepercayaan diri dan persiapan saat menulis pidato. Memberikan presentasi dapat menjadi sebuah cara yang bagus untuk membangun bisnis anda, mempengaruhi opini publik atau membagikan informasi. Ini juga merupakan sebuah cara yang sempurna untuk menjadi lebih menonjol di antara kebanyakan orang dan untuk membuat perbedaan yang nyata dalam kehidupan orang lain.

Jadi apa rahasia penulisan pidato yang persuasif dan ampuh untuk segala macam kondisi? Di bawah ini ada 10 saran untuk merubah sebuah pidato yang baik menjadi pidato yang hebat!

  1. Milikilah sebuah perencanaan dan susun beberapa tujuan dan solusi.
    Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan tidak mengetahui apa yang ingin anda capai. Apakah anda ingin mendidik pendengar, memberi informasi, menginspirasi, memotivasi atau menyentuh emosi mereka. Sebelum melakukan sesuatu, ketahui lebih dulu apa yang ingin anda raih.
  2. Milikilah sebuah struktur formal - awal, tengah dan akhir
    Pendengar menyukai struktur dan pidato yang baik akan mencoba untuk mengikuti aturan yang benar. Seperti yang mereka katakan: "katakan kepada mereka apa yang ingin anda katakan, katakan dan lalu katakan lagi".
  3. Hindari memakai terlalu banyak isian
    Coba angkat tangan siapa yang bersalah atas dosa ini? Saya tahu diri saya. Sudah tidak terhitung banyaknya saya mendengar presentasi teknik yang diberikan oleh pemimpin perusahaan, manajer, ilmuwan, insinyur, ahli geologi dan profesional lain yang menaruh terlalu banyak isian di dalam presentasi mereka. Ingat bahwa pendengar hanya bisa menerima informasi sebesar kurang dari 20 menit. Bagaimana cara anda mengatasi krisis isian ini? Lihat tip nomor 8.
  4. Tetapkan siapa target pendengar anda dan gunakan saluran terbaik untuk menjangkaunya
    Analisa bagaimana cara pendengar anda dalam menyerap informasi - apakah mereka menyukai perumpamaan atau mereka hanya senang duduk dan mendengar. Atau mereka suka melibatkan perasaan dan sentuhan. Buatlah penggabungan antara perumpamaan, audio dan estetika dalam penulisan pidato anda.
  5. Meriset pidato dengan menggunakan berbagai sumber
    Pakailah pengamatan tajam yang kemungkinan bisa membuat pendengar menjadi tertarik dan pakailah artikel dan informasi menarik. Jika waktu anda sedikit - beberapa pertanyaan cepat ketika bertemu dengan pendengar sebelum memulai pidato, seperti "apakah masalah yang saat ini sedang dihadapi perusahaan anda?" dapat benar-benar menolong tujuan presentasi anda dan membangun hubungan.
  6. Menggunakan cerita-cerita pribadi, contoh dan kiasan dalam pembuatan konsep tersembunyi
    Dalam banyak kasus pidato, anda sebenarnya mencoba untuk menjual ide dan konsep. Konsep ini tak terlihat dan sering sulit dipahami oleh pendengar anda. Cerita-certa pribadi, contoh dan kiasan bisa membuat apa yang tak terlihat menjadi terlihat.
  7. Memiliki sebuah pembukaan dan penutupan yang kuat
    Orang akan mengingat pembukaan - Ingat, kesan pertama itu penting! Penutupan juga sama pentingnya, yaitu memperkuat pesan kunci yang anda ingin pendengar bawa pulang di dalam kepala mereka. Penutupan yang berakhir dengan 'panggilan untuk bertindak' menjadi sebuah cara ampuh agar pendengar anda bertindak sesuai isi pesan anda.
  8. Tambahkan nilai dan rincian ekstra melalui selebaran
    Inilah tips-nya: jika anda ingin memberikan detail - taruhlah dalam selebaran! Isian anda akan jauh lebih banyak jika dibuat dalam bentuk tulisan daripada pidato. Serahkan selebaran setelah anda selesai berpidato agar perhatian pendengar tidak terpecah antara membaca dan mendengar anda berbicara. Tidak ada yang lebih menghancurkan jiwa ketika melihat pendengar lebih banyak melihat selebaran dibandingkan melihat anda!
  9. Gunakan kalimat yang singkat dan mudah dipahami
    Kalimat pendek selalu yang terbaik. Hindari kata-kata yang sulit dipahami. Gunakan kata aktif dibandingkan pasif. Ini jauh lebih berdampak pada pikiran pendengar anda.
  10. Evaluasi dan tinjau secara rutin
    Tidak ada yang lebih kuat dibandingkan mendengarkan kembali sebuah pidato yang telah anda tulis. Jika anda menulis pidato untuk orang lain maka cobalah selalu mendengar pidato anda sendiri atau sedikitnya dapatkan beberapa umpan balik dari orang lain. Merekam dan mendengar ulang adalah cara terbaik untuk memperbaiki keahlian anda.

 

Sumber: Thomas Murrell, MBA, APS

Loading...

1000 Characters left