Teknologi dan tekanan kerja, mau tidak mau, telah membawa manajer untuk memimpin sebuah tim dari jarak jauh. Seorang manajer tidak perlu lagi berjalan untuk berbicara dengan karyawannya, sehingga kelihatannya kebutuhan akan manajemen kurang nyata. Tetapi kenyataan sebenarnya pada lingkungan kerja kendali jarak jauh, manajemen yang baik itu lebih penting dibandingkan dengan ruang konferensi, ruang pertemuan, dan ruang lainnya.

Distribusi tenaga kerja memerlukan teknik manajemen yang berbeda dan keahlian-keahlian untuk tetap termotivasi, produktif, sesuai jalur, dan terlatih. Meskipun banyak teknik manajemen yang bisa mengatur sebuah kelompok tenaga kerja secara terpusat, tetapi dibawah ini terdapat 6 kunci teknik tambahan yang diperlukan oleh manajer dalam lingkungan kerja jarak jauh.

  1. Komunikasi yang lebih baik
    Sering para manajer mengasumsikan bahwa mereka akan sedikit berkomunikasi dengan karyawan mereka setelah memakai sistem kendali jarak jauh. Manajer bahkan lebih perlu berkomunikasi dengan karyawannya. Karyawan yang bekerja di lingkungan kendali jarak jauh akan merasakan terisolasi, dan mereka bisa mendapatkan masalah dalam menyesuaikan diri dengan standar dan prosedur perusahaan. Mereka bahkan akan menutup diri dan tidak punya keinginan untuk bekerja dalam suatu tim.
    Peningkatan komunikasi akan menghilangkan kecenderungan tersebut, dan juga membantu setiap karyawan agar saling melekat satu sama lain dalam perusahaan. Apakah itu berupa e-mail, SMS, telepon, fax, komunikasi itu sangat penting. Manajer kendali jarak jauh perlu memastikan bahwa ia dapat selalu mengakses karyawannya melalui bermacam cara.
  2. Membangun penghormatan
    Banyak manajer kendali jarak jauh berbuat kesalahan akibat mencoba untuk menetapkan kredibilitasnya melalui permintaan dan paksaan - sebuah tipe pendekatan "karena saya katakan begitu". Manajer takut karyawan mereka tidak bekerja sehingga membuatnya masuk kedalam pengaturan mikro.
    Tetapi jika seorang manajer mendapat hormat dari karyawan dan begitu juga sebaliknya, maka ini akan menguntungkan semua orang dan bisa mengurangi sifat pemaksaan. Rasa hormat terjadi ketika manajer memberikan alasan dan penjelasan tentang tindakannya, dan menghargai pandangan karyawan. Ini tidak berarti bahwa seorang manajer perlu membuat kesepakatan, tetapi usaha untuk memastikan setiap orang mengerti alasan dibalik sebuah perubahan pada akhirnya akan menghemat waktu.
  3. Membangun budaya tim
    Karyawan bahkan ada yang tidak punya meja di kantornya, sehingga tidak mengherankan bahwa mereka mungkin mendapatkan masalah karena ia merasa juga sebagai bagian dari sebuah perusahaan atau tim. Ironisnya, perasaan ini sebenarnya sangat penting sekali untuk keberhasilan sebuah perusahaan dan motivasi dan moral secara keseluruhan.
    Manajer kendali jarak jauh perlu secara sadar, fokus terhadap pembangunan sebuah komunitas dan budaya tim untuk karyawan mereka. Manajer dapat melakukan hal ini dengan mengembangkan komunikasi antar tim, penciptaan persekutuan diantara para karyawan pada suatu proyek, menghidupkan kembali keberhasilan lampau, humor dan pengalaman-pengalaman.
  4. Menciptakan tanggung jawab melalui pengawasan diri
    Teka-teki tersulit bagi kebanyakan manajer adalah bagaimana memastikan bahwa pekerjaan bisa selesai tanpa pengaturan mikro. Banyak manajer terlalu berlebihan dalam mengendalikan semua aspek kerja karyawan mereka akibat pemakaian sistem kerja kendali jarak jauh.
    Tentu saja hal ini saling berlawanan, karena bila melakukannya justru akan mendorong karyawan untuk bergantung pada manajemen, sedangkan karyawan kendali jarak jauh sebenarnya memerlukan kemampuan yang berlawanan. Karyawan kendali jarak jauh perlu bekerja secara mandiri, dan manajer harus terus mendorongnya.
    Kunci untuk menumbuhkan seorang karyawan agar bisa bekerja secara efektif dalam lingkungan kendali jarak jauh adalah menolong mereka memotivasi diri sendiri dengan cara menyediakan uraian sasaran yang jelas, sehingga membuat mereka bertanggung jawab terhadap hasil kerja, sehingga menghasilkan individu yang bertanggung jawab dengan sistem pengawasan diri.
  5. Pelatihan
    Kecepatan dalam membuat karyawan kendali jarak jauh lebih penting daripada kecepatan karyawan biasa karena biaya pembuatannya yang jauh lebih besar. Karyawan yang bekerja dibawah standar dan kesalahan memperkerjakan karyawan dapat secara mudah di deteksi lebih mudah, dan biayanya sangat mahal.
    Pelatihan awal seharusnya diperkenalkan dengan hubungan tatap muka oleh manajer atau tim untuk memastikan karyawan dapat segera bekerja secara mandiri secepat mungkin.
    Untuk semua karyawan kendali jarak jauh, saran dan pelatihan berkesinambungan adalah penting untuk menjaga mereka agar terus terhubung dengan perusahaan, tujuan dan tim. Ini juga menciptakan sebuah peluang untuk mengidentifikasi masalah prestasi sebelum meluas lebih jauh. Manajer tim seharusnya berpikir bahwa pemberdayaan karyawan sebagai proses yang berkelanjutan, dan gunakan pelatihan sebagai peluang untuk membangun hubungan dan mengevaluasi prestasi.
  6. Mendisiplin dan konflik
    Memecahkan konflik antara karyawan kendali jarak jauh dapat menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama karena sedikitnya peluang untuk bisa membangun hubungan dan menemukan kesepakatan. Manajer harus menangani konflik secepat mungkin, sehingga masalah tidak berkembang dan menyebabkan perselisihan di antara mereka. Adalah penting untuk menangani masalah prestasi kerja karyawan secepat mungkin.
    Beberapa manajer mencoba untuk mengabaikan masalah-masalah ini sampai ada waktu yang lebih nyaman, tetapi ini dapat menghancurkan moral tim. Contohnya, seseorang yang bekerja lebih banyak sementara yang lain tidak melakukan apa-apa. Kedua tindakan tersebut tidak dapat diterima.

Dengan menghargai perbedaan dalam pengaturan karyawan dan menerapkan kemampuan khusus tiap individu, perusahaan dapat menjadi sukses mengalahkan tantangan.

Loading...

1000 Characters left