Pada siang hari saat anda sedang asyik-asyiknya menikmati pesta bersama keluarga dan teman-teman, tiba-tiba anda menerima sebuah panggilan dari telepon selular dan layarnya menampilkan pesan, "Boss memanggil". Apa yang anda lakukan? Apakah anda menjawab panggilan atau anda membiarkannya berdering? Apakah anda menelepon nanti atau mengirim pesan balasan? Tanggapan dan cara anda bereaksi terhadap situasi ini tergantung tipe boss dan hubungan anda dengannya. Boss bukanlah seorang yang baik atau buruk. Mereka hanya terombang-ambing antara baik dan buruk. Sama halnya seperti anda yang memegang ujung tali dan mengayunkannya di udara, maka anda akan melihat bagaimana efeknya di ujung tali yang lain. Perilaku boss anda mengayun antara kebaikan dan keburukan.

Percaya atau tidak; terima atau tidak, tetapi di dunia usaha setidaknya harus ada ada satu orang pemilik pemilik perusahaan (jika itu perusahaan swasta kecil). Dalam kasus perusahaan publik, biasanya dikenal istilah Presiden Direktur dan Direktur Utama atau singkatnya Dewan Direksi.

Beberapa fakta mengenai boss anda

Sebelum kita memproses diskusi, marilah kita memahami beberapa fakta tentang boss kita; ini akan menolong kita untuk memahami psikologi dan perilaku boss anda.

  1. Sama halnya dengan anda, boss anda juga seorang manusia yang punya emosi, aspirasi, ketakutan, ketidak nyamanan, gosip dan masalah.
  2. Motif dasar untuk setiap individu untuk menjadi boss adalah untuk mengendalikan. Ia ingin mengendalikan dan memanipulasi orang dibawahnya dalam cara yang ia inginkan dalam mengendalikan perilaku dan pergerakan.
  3. Boss dapat mempunyai posisi yang berubah-ubah, contihnya sebagai kapten, pemimpin tim, kepala, manager, wakil presiden, direktur, dll. Faktanya adalah, ia di atas anda dan anda dibawah dia, itu bukti cukup yang menentukan bahwa ia boss anda dan anda bawahannya.
  4. Boss anda tidak hanya bertanggung jawab terhadap unjuk kerja, penyampaian dan sasaran, tetapi anda juga bertanggung jawab.
  5. Beberapa diantara kekuasaan setiap boss adalah:
  • Mengontrol
  • Mengarahkan
  • Membuat keputusan (bukan hanya untuk diri sendiri tetapi untuk tim dan mengambil tanggung jawab)
  • Mengatur (sumber daya, waktu dan manusia)
  • Melatih (memberi pengetahuannya dengan cara melatih bawahannya, memperbaiki prestasi bawahannya)
  • Memimpin (memberi contoh dan menjadi panutan)
  • Penasehat (mewariskan pengalaman ke generasi muda)

Boss anda bermain di dalam daerah kekuasaan-kekuasaan tersebut. Tetapi, banyak boss di banyak perusahaan terlalu banyak mengontrol, memanipulasi dan mempengaruhi.

Pertama kali menjadi boss

Tidak seorangpun terlahir menjadi boss. Ya, bahkan saat anda di sekolah atau perguruan tinggi, anda mungkin melihat seseorang yang selalu mengganggu orang lain disekitarnya; tetapi kondisinya sangat berbeda jika berada di perusahaan. Tidak peduli apa yang telah anda lakukan di sekolah atau di perguruan tinggi, tetapi di dunia perusahaan anda memulai babak baru, yang mana dalam banyak kasus, akan berakhir dalam waktu 30 sampai 40 tahun.
Anda memulai karir dan seiring pengalaman, anda akan mendapat hal-hal baru dan belajar lebih banyak tentang dinamika pekerjaan dalam dunia perusahaan, anda juga mulai mengutuki boss anda. Anda mulai berpikir bahwa boss anda adalah seorang idiot yang tidak tahu apa-apa. Anda merasa bahwa ia berprasangka buruk; tidak menyukai anda; dapat merusak karir dan perkembangan anda (mungkin ya tetapi tidak selalu).
Anda terus pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain demi pencarian seorang boss yang mungkin menyukai anda ... dan pada suatu hari anda akan dipromosikan sebagai pemimpin tim. Seperti seorang pengemis yang mendapatkan undian berhadiah satu milyar, tanpa mengetahui apa yang harus ia lakukan dengan uang tersebut; bahkan anda tidak mengetahui apa yang harus anda lakukan dengan jabatan anda. Dan lalu anda mengingat semua boss di masa lalu dan mencoba untuk menyamai perilaku dan prosesnya. Anda juga mencoba untuk memaksakan keputusan anda ke bawahan anda. Anda mulai menikmati penderitaan orang lain. Anda merasa bangga dan dihormati jika melihat bawahan anda bekerja sampai malam hari. Anda mulai memperlakukan bawahan anda serupa dengan cara yang dilakukan boss anda memperlakukan anda di masa lalu.
Pertama kali menjadi boss adalah sangat mengerikan. Mereka akan merasa tidak nyaman. Dengan kekuasaan yang mereka dapatkan untuk pertama kali, mereka akan menjadi sombong. Mereka mulai merasa bahwa mereka adalah manipulator terbaik dan dapat melakukan apapun. Mereka mulai mendominasi. Singkatnya, mereka mulai untuk melakukan segalanya yang dulu pernah mereka benci. Sekarang, proses pemikiran mereka berubah dan mereka mulai berpikir bahwa bawahan mereka:

  • tidak bekerja keras
  • tidak mendengar atau menghormati mereka (tidak memperhatikan detail kerja dan tidak menaati perintah)
  • membicarakan hal-hal yang jelek dibelakang mereka
  • merencanakan sesuatu untuk melawan mereka
  • tidak bekerja efisien

Proses berlanjut

Selamat di dunia kerja!!! Promosi yang anda dapatkan sebagai pemimpin tim setelah berhasil mengalahkan pesaing-pesaing anda, hanyalah permulaan dari kehidupan dunia kerja. Semakin cepat anda bertumbuh, mengerti sesuatu dan semakin dewasa, maka akibatnya akan lebih baik bagi pertumbuhan anda. Semakin lama anda berada di perusahaan dan selalu tampil ke depan, maka anda akan selalu mempunyai satu tim dibawah anda dan sedikitnya satu boss di atas anda.
Dalam rangka untuk menumbuhkan hirarki, anda harus selalu bekerja lebih baik dari bawahan anda dan juga mendorong boss anda dalam hirarki, sehingga anda bisa menduduki posisinya. Anda harus menjadi boss yang baik untuk tim anda dan menjadi seorang bawahan yang paling dapat diandalkan oleh boss anda. Ini tidak mudah. Kebanyakan boss akan mengalah. Pada posisi ini anda akan menemukan bahwa boss anda 80% buruk dan bukan sebaliknya.

Motivasi positif dan negatif

Kita selalu belajar. Kita belajar gaya menjadi boss. Kita belajar bagaimana menangani tekanan dan bagaimana memenuhi tenggat waktu. Kita belajar dari boss, kawan dan juga dari pesaing dari perusahaan lain. Sesuatu yang sama bisa memotivasi sedikit orang dalam cara yang baik dan beberapa yang lain dalam cara yang negatif. Beberapa orang, ketika mereka melihat beberapa kebiasaan atau perilaku buruk cara kerja atau gaya manajemen dalam kepemimpinan mereka, mereka berusaha menyamai gaya tersebut dan mempraktekkannya. Tetapi terdapat orang yang ber-tipe lain, yang mana ketika mereka melihat beberapa kebiasaan atau perilaku praktek bossnya, mereka berjanji ke diri mereka sendiri bahwa dimanapun mereka akan meraih tingkat posisi boss, mereka tidak akan melakukan hal yang sama.
ini semua tergantung pada tiap individu dalam menyeleksi atau menciptakan gayanya dan memutuskan tipe boss macam apa yang ia inginkan. Tidak seorangpun bisa menjadi 100% baik atau buruk, diantaranya pasti terdapat daerah abu-abu.

Menjadi boss yang baik

Pada bagian ini, kita tidak mencoba mengkotbahkan apapun selain mencoba membagi dan mencerahkan beberapa perilaku yang mungkin dapat membuat anda baik, dikagumi dan dihormati.

  1. Selalu siap untuk mempelajari hal-hal baru. Kita bukanlah ahli dan tidak akan pernah. Selalu terdapat ruang untuk perbaikan. Sebab itu, tidak perlu mengatakan, "Saya tahu". Seseorang harus menerima fakta bahwa mereka tidak dapat ahli segalanya.
  2. Terima kegagalan anda. Seperti halnya kita tidak dapat belajar segalanya, maka kita dapat menjadi ahli dalam semuanya, sebab itu terima kesalahan, kegagalan, kerusakan dan bahkan kekeliruan.
  3. Ahli di bidang tertentu. Adalah penting untuk menjadi ahli di bidang yang anda kuasai. Ini membuata anda mendapat hormat dan pujian bukan hanya dari karyawan tetapi juga dari orang pada industri dan perusahaan lain.
  4. Dewasa dan membangun. Jika terdapat tekanan atau jika anda mendapat ketegangan atau hal-hal yang buruk antara anda dan boss anda, maka cobalah menyerapnya. Anda tidak akan mendapat apapun jika menekan atau membuat tegang karyawan anda. Jadilah tegas daripada menunjuk. Tetapi dalam kasus penghargaan dan pengakuan, kenakan itu secara langsung pada tim.
  5. Jujur kepada tim anda. Agar anda mendapat hormat dari tim, adalah penting bahwa anda selalu jujur pada tim anda. Jangan mengambil keputusan apapun tentang tim yang bisa membuat tim dalam kegelapan.
  6. Berikan kepercayaan pada tim anda.
  7. Selalu siap untuk kompetisi. Sekali anda meraih tingkatan ini, anda akan ditantang oleh semua orang di sekitar anda, bahkan dari dalam tim anda sendiri, jadi bersiaplah untuk itu. Jangan mencoba menyebarkan kompetisi tetapi bersiaplah untuk menghadapinya. Anda perlu membuktikan lagi dan lagi kepada tim bahwa anda sangat pas untuk memegang kekuasaan.
  8. Melaksanakan. Jangan hanya berbicara, membuat rencana dan membagi visi anda, tetapi kerjakan sampai selesai.
  9. Ambil tangung jawab. Selalu mengambil tanggung jawab karyawan, pekerjaan atau bahkan perilaku mereka.

Kesimpulan

Mengenai banyaknya pendapat tentang boss yang jahat, kita perlu membagikan sesuatu kepada anda secara tidak memihak dan transparan. Bos bukanlah seseorang yang baik atau jahat; itu adalah cara mereka reaksi dalam situasi tertentu atau menangani situasi yang bisa membuat mereka menjadi baik atau jahat. Boss bukan Tuhan, dan mereka pasti melakukan kesalahan, kerusakan dan kekeliruan. Semakin tinggi tempat mereka, maka semakin tinggi tanggung jawab mereka. Jadi setidaknya berpikirlah dua kali sebelum menjawab panggilan boss anda setelah jam kerja.

Loading...

1000 Characters left