Depresi bukanlah sesuatu yang normal bagi orang yang sudah lanjut usia, tetapi hampir 20% dari populasi manusia lanjut usia (manula) mengalaminya. Persentase ini dua kali lipat dibandingkan yang berusia lebih muda. Yang lebih menyebabkan masalah lagi, hanya setengah dari manula yang mempunyai masalah kesehatan ini mendapatkan perawatan, dan kurang dari 3% yang mendapatkan perawatan dari spesialis kesehatan mental.

Sakit fisik dan mental biasanya mulai menggerogoti hidup pada orang yang berumur di atas 65 tahun. Kesedihan dan duka adalah reaksi yang normal pada situasi ini, tetapi kesedihan dan duka tidak sama dengan depresi.

Joel E. Streim, MD, seorang spesialis masalah mental untuk manula dari University of Pennsylvania berkata, "Banyak orang lanjut usia telah kehilangan teman dan pasangan hidup, mengatasi ketidakmampuan dan ketergantungan fisik, atau pindah ke rumah jompo. Dan kita tahu bahwa pindah rumah adalah salah satu kejadian yang paling menekan dalam kehidupan seseorang. Jadi ketika depresi terjadi, ini adalah sebuah penyakit yang harus segera dilakukan perawatan."

Depresi terus menerus mengganggu kemampuan seseorang dalam melakukan fungsinya di kehidupan sehari-hari. Depresi merampok pikiran damai dan kegembiraan seseorang; membuat mereka merasa tidak berharga, tidak dicintai, dan mudah lekas marah; dan dapat berkontribusi untuk meninggal lebih awal.

Depresi lebih berdampak pada orang lanjut usia
Buduh diri adalah dampak yang paling ditakuti, dan terjadi lebih banyka pada orang lanjut usia. Pada tahun 2004, pada orang yang berusia diatas 65 tahun terdapat 16% kasus bunuh diri di Amerika Serikat meskipun jumlah mereka hanya 12% dari total populasi penduduk.
Pada tahun yang sama, 14,3 orang dari 100,000 penduduk berusia diatas 65 tahun melakukan bunuh diri. Semakin berumur seseorang maka persentasenya semakin tinggi. Untuk setiap 100,000 wanita kulit putih berusia diatas 85 tahun, 49,8 orang melakukan bunuh diri. Depresi disalahkan sebagai penyebabnya.

Mengapa depresi sering terlewatkan?
Kenneth Robbins, MD, seorang psikiater yang mengendalikan sebuah unit khusus orang lanjut usia di Stoughton berkata, "Depresi sering terlewatkan pada populasi orang lanjut usia disebabkab oleh beberapa alasan. Asumsinya adalah bahwa orang semakin tua dan telah kehilangan semua kemampuannya."
Resiko depresi akan meningkat seiring bertambahnya umur dan lemahnya fisik. Tingkat depresi pada manula yang tinggal di rumahnya sendiri berkisar antara 1% sampai 5%. Sedangkan tingkat depresi pada manula yang tinggal di rumah jompo adalah sekitar 13%.

Bertambahnya umur memperburuk depresi
Terdapa sisi lain depresi pada orang lanjut usia. Kadang-kadang ini adalah kelanjutan dari masalah mereka ketika masih muda. Bertambahnya umur tidak menyembuhkan depresi, dan waktu tidak dapat menyembuhkan semua luka.

Evelyn, 90 tahun, tinggal di luar Boston berkata, "Saya telah keluar masuk terapi sejak dewasa, dan sampai sekarang saya masih melakukannya." Evelyn berjuang dengan masalah makan semenjak anak perempuannya lahir, dan beberapa ahli terapi memberitahu bahwa kesulitannya dengan makan adalah perwujudan dari depresinya.

Banyak sekali masalah medis yang akan anda dapatkan seiring bertambahnya umur, dan tidak terkecuali dengan depresi. Hal ini dapat mempersulit dokter untuk mendiagnosanya, dan perawatannya kadangkala harus memakai trik khusus. Anda perlu untuk menemukan dokter yang mau dengan rajin menemukan sumber penyebab gejala yang anda derita dan menemukan perawatan yang cocok untuk anda.

Loading...

1000 Characters left