User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Meskipun anda berpikir tahu segalanya mengenai kolesterol, tetapi terdapat beberapa kejutan yang mungkin tidak anda ketahui. Periksa mitis-mitos umum mengenai kolesterol tinggi; temukan siapa yang paling banyak mengidapnya, tipe makanan apa yang dapat menyebabkannya, dan mengapa -- kadang-kadang -- kolesterol tidaklah seburuk yang anda pikirkan.

Mitos 1: Orang Amerika mempunyai kadar kolesterol tertinggi di dunia
Menurut data statistik dari WHO (World Health Organization) tahun 2005, laki-laki Amerika Serikat menempati peringkat ke-83 dunia dalam tingkat rata-rata kolesterol, dan wanitanya menempati urutan ke-81; angka untuk keduanya adalah berkisar 197 mg/dL, atau dibawah kategori Garis Batas Beresiko Tinggi. Sementara itu untuk peringkat paling atas ditempati oleh laki-laki Kolombia dengan angka 244, sedangkan perempuan Israel, Norwegia, dan Uruguay mendapat angka disekitar 232.

Mitos 2: Telur itu buruk
Memang benar jika telur punya kandungan kolesterol yang sangat tinggi -- diatas 200 mg, yang mana hampir 2/3 dari batas yang dianjurkan oleh American Heart Association sebesar 300 mg per hari. Tetapi kandungan kolesterolnya tidak sebahaya yang anda pikirkan. Hanya sedikit jumlah kolesterol yang dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam aliran darah, dan jika kolesterol luar yang masuk ke dalam tubuh meningkat, maka tubuh anda akan mengurangi jumlah kolesterol alami.

Kalau anda mencari aman, maka memakan satu atau dua butir telur per minggu tidaklah berbahaya. Kenyataannya, telur adalah sumber protein yang baik sekali, dan juga merupakan sumber lemak tak jenuh, atau disebut juga lemak baik.

Mitos 3: Anak-anak tidak dapat terkena kolesterol tinggi
Banyak orang berpikir bahwa kolesterol tinggi adalah sebuah masalah yang terbatas hanya pada usia separuh baya. Tetapi coba tebak? Riset telah memperlihatkan bahwa atherosclerosis -- penyempitan pembuluh darah yang membawa ke serangan jantung -- dapat dimulai pada usia 8 tahun. American Academy of Pediatrics pada bulan Juli 2008 memberikan petunjuk pada anak-anak dan jumlah kolesterol yang direkomendasikan untuk anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, atau yang mempunyai sejarah keluarga tentang penyakit jantung.

Menurut petunjuk tersebut, anak-anak dengan jumlah kolesterol yang tinggi seharusnya membatasi kadar lemak jenuh dalam menu makanannya hingga 7% dari total kalori atau tidak lebih dari 200 mg per hari total kolesterol. Tambahan serat dan olah raga juga direkomendasikan.

Sebuah studi baru menyatakan bahwa kurang dari 1% anak remaja berusia 12 sampai 17 tahun di anjurkan untuk menjalankan pengobatan. Petunjuk itu kemudian menghasilkan sedikit hingar bingar dari para orang tua yang khawatir bahwa dokter akan mendorong penggunaan obat penurun kolesterol untuk anak-anak.

Mitos 4: Makanan dikatakan sehat untuk jantung jika tidak ada sama sekali kandungan kolesterol
Komposisi kolesterol pada label nutrisi itu merujuk pada kolesterol alami, di mana hanyalah satu dari banyak zat yang di kandung dalam makanan yang dapat menyebabkan kolesterol anda menjadi tinggi. (Penyumbang tertinggi untuk menaikkan kadar kolesterol adalah makanan berlemak tinggi.) Ini juga dipercaya orang kurang begitu penting.
Dibandingkan dengan lemak alami, maka lemak jenuh (ditemukan di makanan hewani dan produk unggas) dan lemak transisi (ditemukan di makanan kemasan) kelihatannya lebih mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap LDL (low-density lipoprotein), yaitu kolesterol jahat yang dapat menyebabkan atherosclerosis.

Mitos 5: Kolesterol itu selalu menjadi sesuatu yang buruk
Ketika banyak orang mendengar "kolesterol" mereka berpikir "buruk." Seperti kebanyakan hal dalam hidup, kenyataannya menjadi semakin rumit. Kolesterol tinggi dapat menjadi berbahaya, tetapi kolesterol itu sendiri sebenarnya penting untuk berbagai macam proses di dalam tubuh, mulai dari pembungkus sel syaraf di dalam otak sampai ke penyedia struktur untuk membran sel. Itulah mengapa tubuh anda menciptakan zat lengket putih yang disebut kolesterol (sekitar 75% kolesterol dalam darah di buat oleh hati dan sel-sel di seluruh tubuh).

Peranan kolesterol dalam penyakit jantung sering di salah artikan. Kolesterol dibawa melalui aliran darah oleh LDL (low-density lipoprotein) dan HDL (high-density lipoprotein). LDL, dikenal sebagai kolesterol jahat -- dan tidak semua kolesterol -- bertanggung jawab terhadap atherosclerosis.

Loading...

1000 Characters left