Banyak sekali perusahaan pembuat tabir surya yang mengklaim bahwa produknya itu bisa menolak total sinar ultra violet dan melindungi kulit dari kerusakan dan juga kanker. Hal tersebut membuat kita berpikir: Apakah kita benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya tabir surya bisa lakukan dan tidak bisa lakukan? Jadi kita sekarang kembali bertanya kepada para ahli untuk meminta pendapat mereka mengenai mitos-mitos produk tabir surya yang digunakan banyak orang.

Mitos 1: Tabir surya adalah satu-satunya yang anda perlukan agar tetap aman
Francesca Fusco, MD, seorang asisten profesor klinis bidang dermatologi pada Mt. Sinai Medical Center di New York berkata, "Tabir surya hanyalah satu bagian dari perlindungan terhadap sinar matahari. Meskipun anda sudah mengolesinya ke tubuh anda, masih terdapat resiko sebesar 50% bahwa kulit anda akan terbakar." Kulit anda memerlukan perlindungan antara jam 10:00 sampai jam 16:00 ketika sinar matahari sedang kuat-kuatnya; jadi tutupi badan anda dengan pakaian, topi lebar, dan kaca mata anti ultra violet. Lakukan pemeriksaan kulit secara teratur dan periksakan kulit kepada dokter secara tahunan.

Mitos 2: Memakai tingkat faktor perlindungan matahari (SPF) dalam melawan sinar UVB dan UVA
Ukuran SPF (sun protection factor) hanya bisa melindungi terhadap sinar UVB. Menurut Warwick L. Morison, MD, profesor dermatologi pada Johns Hopkins Medical School dan kepala dari Skin Cancer Foundation’s Photobiology Committee, "Hanya beberapa dari 16 bahan aktif yang disetujui oleh Badan Obat dan Makanan Amerika untuk tabir surya yang bisa menolak sinar UVA." Bahan-bahan itu termasuk: avobenzone (Parsol 1789), octocrylene, titanium dioksida, and seng oksida. Pastikan salah satu bahan ini ada di produk tabir surya anda, atau lihat label pada produk apakah bertulisan "broad spectrum," yang berarti bisa melindungi anda dari sinar UVB dan UVA.

Mitos 3: Beberapa tabir surya dapat melindungi kulit sepanjang hari
Fusco berkata, "Tanpa melihat apa itu SPF atau apa yang label produk katakan, tabir surya harus digunakan kembali setiap dua jam. Setelah dua jam, bahan aktif dalam produk akan mulai terurai." Hanya pemblok fisik seperti seng oksida yang masih bisa bertahan setelah dua jam, tetapi tidak semua tabir surya mengandung bahan-bahan ini.

Mitos 4: Beberapa tabir surya kedap air
Badan Obat dan Makanan Amerika tidak mengenal istilah "kedap air," jadi oleh karena itu janganlah anda berjam-jam berenang di air. Badan pemerintah itu hanya mengenal istilah "tahan keringat/air" (yang berarti hanya menawarkan perlindungan selama 40 menit setelah masuk ke dalam air) dan "sangat tahan keringat/air" (yang berarti tahan selama 80 menit). Untuk amannya, oleskan kembali tabir surya setelah berenang atau berkeringat.

Mitos 5: Tabir surya dapat menahan total sinar surya
Fusco berkata, "Tidak ada tabir surya yang bisa melindungi kulit anda sebesar 100%." SPF 15 hanya dapat melindungi 93% sinar ultra violet, SPF 30 melindungi 97%, dan SPF 50 sebanyak 98%. Anda seharusnya mengolesi sebanyak dua sendok makan ke seluruh tubuh, setengah jam sebelum pergi keluar, jadi tabir surya punya jangka waktu untuk terserap ke dalam kulit anda.

 

Sumber: Michelle Bender

Loading...

1000 Characters left