Tak hanya berbagi kegembiraan saat sang isteri mengandung, melahirkan, maupun mengasuh si kecil yang tumbuh sehat, para ayah pun berbagi kecemasan yang dihadapi isteri mereka saat hamil.

Kehamilan memang membawa kegembiraan tersendiri bagi anda dan pasanga. Apalagi jika ini adalah kehamilan pertama isteri anda. Akan tetapi, kegembiraan ini dapat seketika berubah saat isteri anda tiba-tiba marah di suatu pagi. Atau, ia seringkali mengeluhkan betapa penat tubuhnya. Suasana bahagia tiba-tiba berubah menjadi bencana bagi anda. Belum lagi, dengan rasa cemburunya yang bertubi-tubi, isteri anda yang biasanya banyak tersenyum, kini menjadi pemurung dan pemarah.

Tentu saja anda bingung dengan keadaan ini walau, bisa jadi, anda mengetahui semua ini berkaitan dengan perubahan hormon ibu hamil. Bila ini adalah pengalaman anda kedua atau lebih, tentu tidak terlalu panik dengan perubahan ini. Meski belum tentu juga sukses melaluinya. Lalu bagaimana sebaiknya calon ayah bersikap?

Berempati dan mendukung

Selain kegembiraan, kehamilan memang mempunyai konsekuensi tersendiri bagi pasangan suami isteri. Saat hamil, perubahan hormon membuat pasangan anda mengalami berbagai perubahan emosi. Itu yang membuatnya sebentar marah atau sedih. Padahal, sebelumnya, ia bukanlah orang yang gampang marah atau pun pemurung.

Sebagai orang yang tinggal satu atap dengannya, wajar saja jika kemarahan atau kesedihannya dilimpahkan kepada anda. Anda memang perlu lebih bersabar menghadapinya. Berempati dengan keadaannya juga dapat membuat isteri lebih tenang menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Ini dapat anda lakukan misalnya dengan mendengarkan keluhan-keluhan kecil seputar perubahan fisiknya.

Dukungan anda dengan mendengarkan keluhan atau kecemasannya, memang berarti besar bagi calon ibu. Ini membuatnya sadar bahwa ia tidak sendiri karena anda selalu memperhatikannya. Meski, mungkin, anda melihat apa yang dialami pasangan juga dialami oleh ibu-ibu lain yang tengah hamil.

Anda juga perlu berempati dengan kondisi fisiknya. Tak semua wanita hamil mempunyai kondisi fisik dan stamina yang baik. Beberapa wanita hamil mudah sekali lelah. Jadi, jangan anda menuduh isteri anda hanya mencari perhatian saat ia mengeluh capai di tengah perjalanan meskipun jarak tersebut biasa ditempuhnya. Atau menganggapnya manja saat ia ingin anda menemaninya terus menerus di hari libur. Mungkin saja ia memang membutuhkan perhatian anda mengingat di hari kerja anda tak dapat selalu bersamanya.

Ikut merasakan 'hamil'

Selain perubahan fisik dan psikis, kehamilan juga dapat membuat perubahan pada perilaku pasangan. Meskipun bisa saja sifatnya sementara. Keadaan fisiknya yan berubah bisa membuatnya menjadi pencemburu.

Sebagian besar wanita hamil memang mengalami kenaikkan berat badan yang cukup banyak. Perasaan cemas bahwa ia tak tampak menarik lagi di mata anda, seringkali terjadi. Itu sebabnya ia sering marah-marah bila anda pulang terlambat, suatu hal yang mungkin tidak dilakukannya di saat sebelum hamil. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan citra diri dan juga hubungannya dengan anda. Bila anda dapat meyakinkannya bahwa kondisi fisiknya tak mengubah cinta anda, kecemasannya akan mereda.

Kehamilan pasangan anda juga membuatnya mengubah pola makan yang berantakan, seperti sebelumnya. Ini juga berhubungan dengan asupan gizi yang menjadi modal pembentukan janin. Tak ada salahnya anda ikut menemaninya mengubah pola makan. Terutama jika anda makan bersama dengannya. Berat baginya jika ia makan masakan rumah yang terkontrol gizinya, sementara anda makan jajanan kesukaannya: Anda juga perlu menghentikan kebiasaan merokok, khususnya bila berada di dekatnya.

Anda juga perlu menemaninya mencari informasi tentang kehamilannya terutama saat ia dilanda cemas. Meskipun banyak buku atau majalah mengenai informasi kehamilan yang anda berdua baca, terkadang tetap saja, perasaan cemas itu ada saat ia mengalaminya. Jangan menolak saat ia berbagi kecemasan. Carilah informasi bersama untuk menilai apakah kecemasannya itu beralasan atau tidak. Atau anda dapat pergi ke dokter bersamanya. Namun, jangan sampai membuat si calon ibu bertambah cemas, yakinkan isteri bahwa ia tidak sendiri.

Kecemasan anda

Sebenarnya, tak hanya pasangan anda yang merasa cemas dengan kehamilan ini. Sebagai calon ayah, anda pun dihinggapi berbagai kecemasan selama pasangan menjalani kehamilan. Kecemasan ini memang perlu diwujudkan. Jika berhubungan dengan pasangan sebaiknya komunikasikan untuk dicarikan solusi yang tepat. Jika berhubungan dengan kesehatannya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Jangan anda menyimpannya sendiri, yang dapat saja menjadi masalah.

Sebagai contoh, ketakutan menyakiti pasangan atau calon bayi saat berhubungan seksual membuat anda menghindarinya, misalnya. Bisa saja hal ini dipersepsikan pasangan sebagai ketidaktertarikan anda pada dirinya. Untuk itu, sebaiknya anda mengkonsultasikannya pada dokter. Ada kondisi dan masa yang memang rawan dalam kehamilan untuk berhubungan seksual. Tetapi bukan berarti anda harus cemas jika sebenarnya tidak ada masalah.

Tak sedikit juga calon ayah yang merasa khawatir dengan keadaan fisik pasangan dan kondisi janin. Anda perlu berhati-hati, jangan sampai kecemasan anda justru membuatnya cemas. Menemani pasangan saat berkonsultasi dan mencari informasi bersama, tentunya, membuat anda juga mengetahui keadaan kandungan isteri dengan baik.

Meski berbagi perubahan, kecemasan dan ketidakpastian menghantui anda berdua selama masa kehamilan ini, jangan sampai merusak kebahagiaan atas kehamilan. Dukungan dan peran serta anda memang sangat berarti dalam menentramkan hati pasangan.

 

Sumber: Grahita Purbasantika Nugraha - Majalah Ayahbunda

Loading...

1000 Characters left