Apa yang dapat suami lakukan ketika menunggu isteri menjelang persalinannya di rumah sakit? Banyak sekali hal yang bisa dilakukan pada suami yang dapat membantu kelancaran proses kelahiran si buah hati anda berdua.

Saat di rumah

Saat-saat sebelum keberangkatan isteri ke rumah sakit atau rumah bersalin, tak kalah "tegang" dengan saat menunggu isteri di ruang bersalin! Meski sudah diperkirakan, tanda-tanda persalinan seringkali datang tidak terduga. Oleh sebab itu, peranan suami akan sangat membantu kelancaran proses persalinan. Tentunya, ini terjadi bila suami cukup mendapat pengetahuan tentang proses persalinan, serta mendukung kehamilan dan persalinan isteri.

  • Jauh sebelum proses persalinan tiba, perhatikan tugas-tugas rumah tangga yang mungkin dapat anda ambil alih. Jika isteri anda yang terbiasa membayar pembantu, rekening listrik, telepon dan sebagainya, mungkin anda perlu tahu mengenai hal ini, agar seluruh urusan rumah tangga bisa tetap berjalan lancar.
  • Membantu mempersiapkan atau mengingatkan segala keperluan isteri yang akan dibawa ke rumah sakit jauh-jauh hari sebelumnya. Paling tidak, mengetahui di mana isteri meletakkan barang-barang atau tas yang akan di bawa ke rumah sakit, sehingga begitu saatnya tiba, anda tidak kebingungan mencarinya.
  • Sebelum berangkat ke rumah sakit, bujuklah isteri anda untuk makan lebih dulu. Sebab, setelah di rumah sakit, biasanya ia sudah tidak sempat lagi memikirkan untuk makan sampai bayinya lahir. Sediakan makanan yang mengandung banyak energi untuk membantunya agar lebih kuat ketika mengejan.

Saat di rumah sakit

Meskipun sudah ada tenaga medis, peran suami di rumah sakit tak kalah pentingnya.

Bangunlah suasana yang membuat isteri anda merasa nyaman ketika di rumah sakit. Sebab, datang ke rumah sakit saja biasanya sudah bisa membuat si ibu merasa tegang, sehingga rasa sakit akibat kontraksi menjadi lebih mengganggu. Untuk mengatasinya, anda dapat membantu membuatnya lebih percaya diri dengan mengatakan bahwa tubuhnyapasti lebih tahu bagaimana cara melahirkan dengan baik. Anda juga dapat memberikan contoh-contoh bahwa banyak ibu lain yang dapat melahirkan dengan mudah dan lancar.

  • Bantulah membuatnya lebih rileks menghadapi proses persalinan dengan mengelus-elus kaki, punggung, tangan, sambil mengobrol dengan santai. Kalau anda terbiasa berdoa, maka sambil memberikan elusan, anda dapat menggumamkan doa yang akan membantu membuatnya lebih rileks.
  • Jika isteri anda masih boleh berjalan-jalan, ajaklah ia berjalan mondar-mandir di dekat ruang bersalain sambil mengelus-elus punggungnya.
  • Dalam perjalanan si jabang bayi menuju ke jalan lahir, biasanya si ibu perlu duduk atau berdiri tegak. Oleh karena itu, bantulah isteri anda untuk duduk tegak, atau berdiri, atau menyandarke tembok, atau jika mungkin bantulah isteri anda untuk berposisi seperti akan merangkak dengan bertopang di lutut dan kedua tangan (posisi ini mengurangi pegal di punggung).
  • Jika mungkin, bantulah isteri mandi dengan air hangat, karena air hangat membantu membuatnya lebih rileks, sehingga mengurangi rasa sakit akibat kontraksi.
  • Untuk mengurangi rasa sakit pada waktu kontraksi, anda juga dapat mengompresnya dengan waslap hangat di punggung.
  • Kondisi tubuh yang kekurangan cairan (dehidrasi) hanya akan membuat kerja tubuh isteri anda kurang efektif. Jika pada saat seperti itu pihak rumah sakit tidak mengizinkan isteri anda untuk minum, mungkin saja ia diperbolehkan mengisap es lilin, atau berikan sesendok madu untuk penambah energi.
  • Pada saat menjelang persalinan, uruslah telepon genggam yang biasa dipakai isteri anda, sehingga anda dapat menggantikan isteri anda untuk menjawabnya.
  • Jika ia mengeluh kesakitan, tunjukkan empati anda padanya. Jika ia merasa tenang, maka rasa sakit akibat kontraksinya juga akan menurun.
  • Ketika menghirup nafas dan menghembuskannya lagi untuk menghilangkan rasa sakit, anda dapat membantu dengan ikut membangunkan semangatnya. Jika isteri anda tampak hampir menyerah dalam proses persalinan ini, ingatkan bahwa si jabang bayi buah hati anda berdua juga sedang berjuang untuk keluar.
  • Bawalah beberapa helai saputangan besar atau saputangan handuk. Gunanya bukan saja untuk mengelap keringat isteri anda atau untuk mengompres, tetapi juga untuk 'digigit' ketika isteri anda menahan rasa sakit pada waktu kontraksi.
  • Jangan lupa bawa baju ganti untuk diri anda, karena mungkin saja baju yang anda pakai akan ikut kotor pada waktu proses persalinan.

Proses persalinan adalah sebuah kerja besar, kerja keras yang amat melelahkan isteri anda. Tapi, begitu bayi anda sudah lahir, percayalah, semua rasa sakit itu akan hilang. Dukungan anda akan sangat berarti bagi isteri maupun bagi bayi anda. Selamat berjuang.

 

Sumber: Retno Wahab Supriyadi - Majalah Ayahbunda

Loading...

1000 Characters left