User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kebutuhan sel-sel janin di dalam rahim ketika membelah, tumbuh dan berkembang, membuat seluruh fungsi tubuh kita pun berubah. Banyak perubahan baru yang membuat penampilan dan kesehatan ibu hamil tidak sama dengan sebelum ia hamil. Seperti tak terhindarkan, kehamilan pun mengubah kebutuhan makanan kita. Seperti kata orang, "Apa yang anda makan menunjukkan keadaan anda". Begitu pula dengan makanan anda selama hamil.

Untuk kondisi kehamilan yang prima, tubuh anda membutuhkan konsumsi makanan yang tepat. Asupan makanan itu bukan hanya dilihat dari jumlahnya belaka, tetapi juga dari jenis zat gizi yang masuk ke tubuh anda. Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang, salah satu zat makanan yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah serat.

Mengendalikan kolesterol

Jika kondisi anda sehat sebelum hamil, maka yang harus anda lakukan selama hamil adalah menjaga kesehatan agar tidak menurun. Sekalipun kehamilan memang merupakan proses yang alamiah, tetapi kehamilan itu sendiri akan mengubah seluruh fungsi/kerja hormon tubuh anda. Perubahan yang terjadi pun sangat individual, tidak sama pada setiap orang. Jika sebelum hamil anda mempunyai kecenderungan menderita diabetes, maka sewaktu hamil, anda perlu lebih memperhatikan asupan makanan anda agar kecenderungan itu tidak muncul. Bahkan, ada wanita yang tidak pernah mengalami diabetes sebelumnya, ternyata kadar gulanya meningkat selama masa kehamilannya.

Selain obat yang akan diberikan dokter, untuk membantu mengendalikan munculnya diabetes atau kelebihan kolesterol, pilihlah jenis makanan yang banyak mengandung serat. Repotnya, makanan seperti ini seringkali kurang terasa lezat, sulit ditelan, dan membosankan. Tapi jangan khawatir!

Banyak pilihan makanan berserat tinggi yang mudah ditelan dengan berbagai rasa dan variasinya, dengan harga yang tidak terlalu mahal, serta cukup bergizi. Misalnya saja, jika makan roti, pilihlah roti gandum (dengan serat yang masih kasar). Jika anda sering mengemil, gantilah camilan dengan makanan yang mengandung serat lebih banyak, seperti buah-buahan dan sayuran.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, jika anda memperbanyak makan makanan berserat, maka asupan cairan pun perlu diperbanyak. Jangan sampai anda mengkonsumsi terlalu banyak serat tapi kurang asupan cairan, sehingga malah akan mengganggu kerja saluran pencernaan.

Mengusir sembelit

Kalaupun kondisi anda ketika hamil normal, proses kehamilan dapat saja mengubah irama kerja alat pencernaan anda, yakni usus. Seperti diketahui, salah satu dari hormon kehamilan, yaitu progesteron, akan menyebabkan otot di saluran pencernaan menjadi lebih rileks dari biasanya. Dinding luar usus yang terdiri dari otot-otot juga ikut rileks, sehingga menjadi agak malas ketika bergerak mendorong sisa makanan menuju ke saluran pembuangan (anus).

Selain itu, pembuluh darah di sekitar panggul juga mendapat tekanan ketika rahim semakin membesar, sehingga pembuluh darah balik tidak dapat mengalirkan kembali darah ke atas (ke jantung). Keadaan ini dapat menjadi penyebab terjadinya wasir. Jika sudah terjadi wasir, maka hal ini pun dapat mengakibatkan ibu hamil menjadi sulit buang air besar.

Bukan itu saja. Kebutuhan tubuh selama hamil terhadap aliran darah ke seluruh tubuh yang lebih banyak, seringkali menyebabkan ibu hamil menderita anemia. Akibatnya, ibu hamil merasa lebih lemas dan lebih lelah dari biasanya. Untuk mengatasi hal ini, biasanya dokter akan menganjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Tapi repotnya, pada orang-orang tertentu, tambahan zat besi dapat menyebabkan sembelit. Jadi, jika pengaruh hormon progesteron saja sudah menyebabkan gerakan usus menjadi agak lambat, ditambah dengan asupan zat besi yang rutin setiap hari, maka sembelitpun bisa menjadi semakin menjadi-jadi.

Dalam hal ini, makanan yang mengandung serat pun dibutuhkan. Serat, selain membawa serta lemak-lemak yang tertinggal di saluran pencernaan sehingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah, juga membantu kerja pencernaan yang agak malas selama hamil, sehingga membuat sisa makanan menjadi lebih mudah terdorong keluar. Hasilnya, pengeluaran kotoran pun menjadi lebih mudah.

 

Sumber: Majalah Ayahbunda

Loading...

1000 Characters left