Masa kehamilan merupakan masa istimewa dalam kehidupan seorang ibu. Namun, dibalik kebahagiaan itu juga terjadi banyak perubahan, baik fisik maupun mental, yang akan dialami oleh seorang calon ibu. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila seorang calon ibu menyiapkan dirinya semenjak dini untuk menghadapi dan mengatasi berbagai perubahan tersebut.

Trimester pertama: tubuh masih menyesuaikan diri

Pada minggu-minggu pertama kehamilan, belum terjadi perubahan fisik yang luar biasa. Di periode ini tubuh memproduksi darah dalam jumlah lebih dari biasanya, jantung pun bekerja lebih keras untuk mengedarkan lebih banyak darah ke seluruh tubuh, disamping itu kerja paru-paru meningkat untuk memenihi kebutuhan oksigen yang bertambah. Tubuh yang belum terbiasa dengan perubahan ini menjadi lebih cepat lelah.

Umumnya, bulan ke-2 ditandai oleh "serangan" morning sickness. Diperkirakan sekitar 70% ibu hamil akan mengalaminya. Gangguan yang terjadi akibat perubahan hormon tubuh ini didahului oleh berbagai gejala, seperti lemas, pusing, serta mual dan muntah pada pagi hari. Repotnya, begitu rasa mual timbul, maka selera makan menurun. Padahal, janin membutuhkan asupan nutrisi untuk tumbuh kembang yang sempurna. Untuk menguranginya, makanlah makanan ringan seperti biskuit kering dan sereal ketika bangun tidur. Perbanyak pula minum air putih dan makan makanan yang mengandung karbohidrat.

Memasuki bulan ke-3, perut sudah kelihatan buncit. Disamping itu, banyak juga calon ibu yang mulai sering buang air kecil. Tak perlu khawatir, kondisi ini normal adanya. Ini terjadi akibat terdesaknya kandung kemih oleh rahim.

Trimester kedua: tubuh merasa nyaman

Indahnya masa kehamilan baru dirasakan calon ibu pada trimestr kedua. Segala rasa tidak nyaman yang dialami sebelumnya berangsur-angsur lenyap. Itulah sebabnya mengapa nafsu makan ibu pada bulan ke-4 ini biasanya meningkat.

Pada bulan ke-5, tidak banyak terjadi perubahan fisik. Hanya saja, pada beberapa ibu, dadanya terasa panas. Ini disebabkan karena terjadinya iritasi pada dinding kerongkongan akibat desakan rahim dan peningkatan sejumlah hormon selama masa kehamilan. Banyak juga calon ibu yang mulai banyak mengeluarkan keringat akibat aktifnya kelenjar keringat dan melebarnya pembuluh darah pada kulit. Guratan-guratan juga mulai bermunculan akibat membesarnya janin mengakibatkan kulit pada perut, dada, panggul, dan paha terus meregang. Ini bisa dikurangi dengan menggunakan krim anti stretch mark yang mudah ditemui di pasaran.

Di bulan ke-6 beberapa keluhan masih sering muncul, seperti sakit punggung, nyeri pinggul dan kram kaki. Ini disebabkan oleh makin bertambahnya berat badan. Selain itu juga dapat terjadi cedera otot akibat penggunaan otot yang berlebihan, karena di saat seorang wanita hamil berjalan, mereka menggunakan otot pinggul dan pergelangan kaki, sehingga otot-ototnya bekerja lebih keras dari biasanya. Ini bisa dihindari dengan program pengkondisian dan olah raga yang tepat. Namun sebelum memulai suatu program olah raga, sebaiknya para wanita hamil perlu berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter.

Trimester ketiga: tubuh mulai "kelelahan"

Pada bulan ke-7, perut calon ibu sudah begitu besar. Karena itu, masalah fisik terus bermunculan. Misalnya, sesak nafas yang terjadi akibat rahim mendesak paru-paru dan diafragma (sekat pemisah antara rongga dada dan rongga perut), keringat terus bercucuran, edema (pembengkakan pada tangan dan kaki akibat penimbunan cairan tubuh), varises (melebarnya pembuluh darah balik) pada kedua kakinya. Kaki bengkak dapat diatasi dengan cara: hindari berdiri atau duduk terlalu lama, kenakan sepatu bertumit rendah, luangkan waktu sekitar 15 menit untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuh dan mengurangi konsumsi garam secara berlebihan.

Memasuki bulan ke-8, umumnya calon ibu akan lebih sering sesak nafas, sulit tidur, serta cepat lelah. Ini disebabkan oleh membesarnya rahim yang akan semakin mendesak organ-organ tubuh lainnya. Bukan hanya itu, membesarnya rahim ini mengakibatkan tekanan pada kandung kemih, sehingga ibu semakin sering buang air kecil. Janin juga akan mendesak lambung, usus, dan hati, sehingga asam lambung dan ulu hati "terganggu". Oleh karena itu, ibu harus selalu menjaga sikap tubuh yang sempurna.

Bulan ke-9 merupakan puncak dari kenaikan berat badan da besarnya perut calon ibu. Makanya, banyak ibu yang merasa serba salah dan sulit beraktivitas. Perut bagian bawah terasa makin berat. Ia juga kian sulit tidur, karena perutnya "mengganjal".

Pentingnya gizi prima

Berbagai keluhan selama masa kehamilam tersebut, tentu menimbulkan rasa tidak nyaman. Bukan tak mungkin, rasa tidak nyaman tersebut kemudian membuat anda jadi kehilangan nafsu makan. Apalagi pada bulan-bulan pertama kehamilan, dimana anda mengalami mual-mual atau bahkan juga muntah.

Dalam kondisi seperti itu, tentu saja anda tetap harus  berusaha mengkonsumsi makanan bergizi tinggi, demi tumbuh kembang janin yang optimal. Susu yang khusus untuk ibu hamil kini telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan asupan nutrisi berkualitas. Dengan mengkonsumsi susu sebanyak 2 gelas sehari di masa kehamilan dan 3 gelas sehari di masa menyusi, maka anda dan janin anda akan memperoleh asupan nutrisi yang prima, kesehatan anda berdua pun terjamin

 

Sumber: Majalah Ayahbunda

Loading...

1000 Characters left