User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Di zaman serba moderen ini, orang menginginkan yang serba praktis. Tak terkecuali dalam proses melahirkan. Banyak para ibu yang takut melahirkan secara alami, memilih untuk menjalani persalinan sesar yang menurut mereka lebih enak, padahal justru memiliki risiko yang lebih tinggi.

Risiko paling utama pada persalinan sesar adalah pendarahan, apalagi jika si ibu memiliki gangguan pembekuan darah. Terutama saat dinding rahim dan perut dibedah, darahnya tidak bisa membeku lagi. Pendarahan juga bisa terjadi setelah operasi. Untuk mengempiskan perut, maka rahim harus berkonstraksi. Jika rahim tidak bisa berkonstraksi akibat bayinya terlalu besar atau adanya mioma, maka akan menimbulkan pendarahan. Dan bila bagian arteri yang robek maka harus dijepit atau dijahit kembali. Bila masih terjadi pendarahan, jalan akhir yang harus dilakukan adalah mengangkat rahim.

Penyebab persalinan sesar

Menurut medis, operasi sesar harus dilakukan bila:

  1. Bayi tidak bisa dilahirkan secara normal. Kondisi bayinya sangat besar, si ibu memiliki panggul yang sempit, plasenta terletak dibawah dan menghalangi jalan lahir, gangguan presentasi seperti letak lintang atau tali pusarnya keluar yang bisa menimbulkan kematian bagi bayi.
  2. Bila kelahiran secara normal justru membahayakan nyawa ibu dan bayi.

Pada ibu yang pernah mengalami operasi mioma yang sayatannya sampai rongga rahim, maupun ibu yang menderita preeklampsia maupun eklampsia, serta lepasnya plasenta awal (solusio plasenta), maka untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya dianjurkan untuk melahirkan secara sesar.

Risiko pembiusan

Bagi para ibu yang tidak tahan terhadap obat bius, mereka akan menderita alergi atau sakit kepala sebagai akibat komplikasi pembiusan. Biasanya sebelum dilakukan operasi, mereka akan ditanya apakah menderita alergi, lalu diberikan obat anti alergi oleh dokter anestesinya.

Efek pusing dan sakit kepala akan dirasakan oleh para ibu yang bangun dari tempat tidur sebelum waktu 24 jam setelah pembiusan spinal yang dilakukan pada tulang belakangnya. hal itu terjadi karena dengan bangun dari tempat tidur, cairan di sumsum tulang belakang sampai ke otak. Jadi setelah pembiusan dianjurkan untuk tidak bangun dulu selama 24 jam.

Nyeri berkepanjangan

Dalam persalinan normal, para ibu tidak akan merasakan gangguan rasa sakit dan nyeri akibat tindakan medis. Lain halnya dengan persalinan sesar. Biasanya jaringan yang dipotong saat melahirkan, tidak akan kembali optimal seperti semula, sehingga kadang-kadang daerah di sekitar jahitan sesar biasanya akan mati rasa akibat simpul-simpul saraf yang terputus tidak bisa tersambung secara sempurna. Dan rasa nyeri akibat persalinan sesar jauh lebih menyiksa dibandingkan persalinan normal. Bahkan setelah luka operasi sembuh, rasa nyeri tersebut masih sering menyiksa.

Loading...

1000 Characters left